LPTNU Jatim Gelar Pelatihan Tenaga Auditor Mutu

Surabaya, NU Online Jatim

Bidang Penjaminan Mutu Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur menggelar Lokakarya SPMI & Pelatihan  Auditor Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan secara daring selama dua hari, 18-20 Agustus 2021. Pelatihan digelar untuk memperkuat sistem penjaminan mutu.

Program ini dilaksanakan hasil kolaborasi antara LPTNU Jawa Timur, Universitas Islam Malang, dan Tim Penjaminan Mutu Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang dikoordinir oleh Dr. Ir. Musthofa Lutfi, MP.IPM.

Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta dari dosen dan pimpinan PTNU dari Jawa Timur dan luar Jawa Timur. Peserta disyaratkan mengikuti acara secara tertib, harus on cam dan harus mengikuti semua sesi selama tiga hari full. Ada sesi bagaimana menjadi seorang auditor mutu internal.

“Bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal merupakan hal mendasar untuk terciptanya kualitas bisnis proses internal. Dengan demikian akan sangat menunjang terhadap luaran dari lembaga pendidikan tinggi tersebut,” kata Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor UNISMA Prof. Dr. H. Masykuri, M.Si., menjelaskan, Unisma sebagai salah satu anggota LPTNU mendukung penuh kegiatan ini.

“Sebagaimana beberapa tahun yang lalu Unisma juga menjadi tuan rumah kegiatan seperti ini, saat sebelum ada pandemi. Unisma tetap akan membantu kegiatan kegiatan serupa dalam mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama,” terang Wakil ketua Forum Rektor Indonesia itu.

Menurut Ketua Bidang Penjaminan Mutu LPTNU Jatim, Wesiana Herisanti, M.Kes menjelaskan, dengan workshop ini siklus penjaminan mutu internal (PPEPP) di perguruan tinggi diharapkan berjalan dengan yang baik sehingga secara otomatis penjaminan mutu eksternal juga akan mengikuti. Dengan demikian PTNU di bawah LPTNU bisa maju bersama sama sehingga tidak menutup kemungkinan mampu mewujudkan mimpi, yaitu mempunyai universitas kelas dunia.

Sekretaris LPTNU Jatim Yusuf Amrozi, M.MT mengatakan, yang terpenting setelah peserta kembali ke kampus masing-masing adalah bahwa auditor lulusan pelatihan wajib menindaklanjuti dengan mengawal berjalannya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta secara berkala melakukan Audit Mutu Internal baik di tingkat Prodi, Unit Pelaksana Program Studi (UPPS), maupun unit terkait lainnya.

“Karena dengan Sistem Akreditasi Ban PT 9 Kriteria, sudah tidak bisa lagi model ‘Sistem Kebut Semalam’ dalam menyiapkan akreditasi, tetapi harus dilakukan proses bisnis yang baik dan konsisten, yang di antaranya melalui kegiatan AMI secara periodic,” papar Wadek 3 FST UINSA itu.

Editor: Nur Faishal

You may also like...